Selasa, 01 Desember 2015

SAYYID MUHAMMAD BIN ALAWI AL-MALIKI AL-MAKKI

Prof. Dr. Muhammad bin Sayyid ‘Alawi bin Sayyid ‘Abbas bin Sayyid ‘Abdul ‘Aziz al-Maliki al-Hasani al-Makki al-Asy’ari asy-Syadzili lahir di Makkah pada tahun 1365 H. Pendidikan pertamanya adalah Madrasah Al-Falah, Makkah, dimana ayah beliau Sayyid Alawi bin Abbas al Maliki sebagai guru agama di sekolah tersebut yang juga merangkap sebagai pengajar di halaqah di Haram Makki yang tempatnya sangat masyhur dekat Bab As-salam. Beliau juga belajar kepada ulama-ulama Makkah terkemuka lainnya, seperti Sayyid Amin Kutbi, Hassan Masshat, Muhammad Nur Sayf, Sa’id Yamani, dan lain-lain. Sayyid Muhammad memperoleh gelar Ph.D-nya dalam Studi Hadits dengan penghargaan tertinggi dari Jami’ al-Azhar di Mesir, pada saat baru berusia dua puluh lima tahun. Beliau kemudian melakukan perjalanan dalam rangka mengejar studi Hadits ke Afrika Utara, Timur Tengah, Turki, Yaman, dan juga anak benua Indo-Pakistan, dan memperoleh sertifikasi mengajar (ijazah) dan sanad dari Imam Habib Ahmad Mashhur al Haddad, Syaikh Hasanayn Makhluf, Ghumari bersaudara dari Marokko, Syekh Dya’uddin Qadiri di Madinah, Maulana Zakariyya Kandihlawi, dan banyak lainnya. Sayyid Muhammmad merupakan pendidik Ahlus Sunnah wal Jama'ah, seorang ‘alim kontemporer dalam ilmu hadits, ‘alim mufassir (penafsir) Qur’an, Fiqh, doktrin (‘aqidah), tasawwuf, dan biografi Nabawi (sirah). Sayyid Muhammad al-Makki merupakan seorang 'aliim yang mewarisi pekerjaan dakwah ayahanda, membina para santri dari berbagai daerah dan negara di dunia Islam di Makkah al-Mukarromah. Ayahanda beliau adalah salah satu guru dari ulama-ulama sepuh di Indonesia, seperti Hadratus Syaikh K.H. Hasyim Asy'ari, KH. Abdullah Faqih Langitan, KH. Maimun Zubair dan lain-lain. Ayah beliau, Sayyid Alwi bin Abbas Almaliki (kelahiran Makkah th 1328H), seorang alim ulama terkenal dan ternama di kota Makkah. Disamping aktif dalam berdawah baik di Masjidil Haram atau di kota kota lainnya yang berdekatan dengan kota Makkah seperti Thoif, Jeddah dll, Sayyid Alwi Almaliki adalah seorang alim ulama yang pertama kali memberikan ceramah di radio Saudi setelah salat Jumat dengan judul “Hadist al-Jumah”. Begitu pula ayah beliau adalah seorang Qadhi yang selalu di panggil masyarakat Makkah jika ada perayaan pernikahan. Selama menjalankan tugas da’wah, Sayyid Alwi bin Abbas Almaiki selalu membawa kedua putranya Muhammad dan Abbas. Mereka berdua selalu mendampinginya kemana saja ia pergi dan berceramah baik di Makkah atau di luar kota Makkah. Adapun yang meneruskan perjalanan dakwah setelah wafat beliau adalah Sayyid Muhammad bin Alwi Almaliki dan Sayyid Abbas selalu berurusan dengan kemaslahatan kehidupan ayahnya. Sebagaimana adat para Sadah dan Asyraf ahli Makkah, Sayyid Alwi Almaliki selalu menggunakan pakaian yang berlainan dengan ulama yang berada di sekitarnya. Beliau selalu mengenakan jubbah, serban (imamah) dan burdah atau rida yang biasa digunakan dan dikenakan Asyraf Makkah. Dalam meneruskan perjuangan ayahandanya, Sayyid Muhammad sebelumnya mendapatkan sedikit kesulitan karena beliau merasa belum siap untuk menjadi pengganti ayahnya. Maka langkah pertama yang diambil adalah melanjutkan studi dan ta'limnya terlebih dahulu. Beliau berangkat ke Kairo dan Universitas al-Azhar Assyarif merupakan pilihannya. Setelah meraih S1, S2 dan S3 dalam fak Hadith dan Ushuluddin beliau kembali ke Makkah untuk melanjutkan perjalanan yang telah di tempuh sang ayah. Disamping mengajar di Masjidil Haram di halaqah, beliau diangkat sebagai dosen di Universitas King Abdul Aziz- Jeddah dan Univesitas Ummul Qura Makkah bagian ilmu Hadith dan Usuluddin. Cukup lama beliau menjalankan tugasnya sebagai dosen di dua Universitas tsb, sampai beliau memutuskan mengundurkan diri dan memilih mengajar di Masjidil Haram sambil membuka majlis ta'lim dan pondok di rumah beliau. Adapun pelajaran yang di berikan baik di masjidil haram atau di rumah tidak bertumpu pada ilmu tertentu seperti di Universitas, akan tetapi semua pelajaran yang diberikannya bisa di terima semua masyarakat baik masyarakat awam atau terpelajar, semua bisa menerima dan mencicipi apa yang diberikan Sayyid Muhammad Maka dari itu beliau selalu menitik beratkan untuk membuat rumah yang lebih besar dan bisa menampung lebih dari 500 murid per hari yang biasa dilakukan selepas sholat Maghrib sampai Isya di rumahnya di Hay al Rashifah. Begitu pula setiap bulan Ramadan dan hari raya, beliau selalu menerima semua tamu dan muridnya dengan tangan terbuka tanpa memilih golongan atau derajat. Semua di sisinya sama tamu-tamu dan murid murid, semua mendapat penghargaan yang sama dan semua mencicipi ilmu bersama. Dari rumah beliau telah keluar ulama-ulama yang membawa panji Rasulallah ke suluruh pelosok permukaan bumi. Di Indonesia, India, Pakistan, Afrika, Eropa, Amerika, apa lagi di Asia yang merupakan sebagai orbit dakwah Sayyid Muhammad al Maliki, ribuan murid murid beliau yang bukan hanya menjadi kyai dan ulama akan tetapi tidak sedikit yang masuk ke dalam pemerintahan. Foto: Beliau bersama Al-Habib Al-Imam Al-Quthb Abdullah bin Abdul Qadir Balfaqih al-Husaini, pendiri pesantren Darul Hadits, Malang, Jawa Timur. Di samping pengajian dan taklim yang rutin di lakukan setiap hari, beliau juga mengasuh pondok yang jumlah santrinya tidak sedikit, semua berdatangan dari penjuru dunia, belajar, makan, dan minum tanpa di pungut biaya sepeser pun bahkan beliau memberikan beasiswa kepada para santri sebagai uang saku. Setelah beberapa tahun belajar, para santri dipulangkan ke negara-negara mereka untuk menyiarkan agama. Sayyid Muhammad al Maliki dikenal sebagai guru, pengajar dan pendidik yang tidak beraliran keras, tidak berlebih- lebihan, dan selalu menerima hiwar dengan hikmah dan mauidhah hasanah. Beliau ingin mengangkat derajat dan martabat Muslimin menjadi manusia yang berperilaku, baik dalam muamalatnya kepada Allah dan kepada sesama, terhormat dalam perbuatan, tindakan serta pikiran dan perasaannya. Beliau adalah orang cerdas dan terpelajar, berani dan jujur serta adil dan cinta kasih terhadap sesama. Itulah ajaran utama Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki. Beliau selalu menerima dan menghargai pendapat orang dan menghormati orang yang tidak sealiran dengannya. Semua yang berlawanan diterima dengan sabar dan usaha menjawab dengan hikmah dan memecahkan sesuatu masalah dengan kenyataan dan dalil-dalil yang benar bukan dengan emosi dan pertikaian yang tidak bermutu dan berkesudahan. Sayyid Muhammad tahu persis bahwa kelemahan Islam terdapat pada pertikaian para ulamanya dan ini memang yang di inginkan musuh Islam. Sampai-sampai beliau menerima dengan rela digeser dari kedudukannya baik di Universitas dan ta'lim beliau di masjidil Haram. Semua ini beliau terima dengan kesabaran dan keikhlasan bahkan beliau selalu menghormati orang orang yang tidak sependapat dan sealiran dengannya, semasih mereka memiliki pandangan khilaf yang bersumber dari al-Qur’an dan Sunah. Adapun ulama yang telah mendapat gemblengan dari Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki, mereka sangat pandai, di samping menguasai bahasa Arab, mereka juga menguasai ilmu-ilmu agama yang cukup untuk dijadikan pegangan dan referensi di negara-negara mereka. Pada akhir hayat beliau saat terjadi insiden teroris di Saudi Arabia, beliau mendapatkan undangan dari ketua umum Masjidil Haram Syekh sholeh bin Abdurahman Alhushen untuk mengikuti "Hiwar Fikri" di Makkah yang diadakan pada tg 5 sd 9 DhulQo'idah 1424 H dengan judul "Al-qhuluw wal I'tidal Ruya Manhajiyyah Syamilah", di sana beliau mendapat kehormatan untuk mengeluarkan pendapatnya tentang thatarruf atau yang lebih poluler disebut ajaran yang beraliran fundamentalists atau extremist (keras). Dan dari sana beliau telah meluncurkan sebuah buku yang sangat popular dikalangan masyarakat Saudi yang berjudul "Alqhuluw Dairah Fil Irhab Wa Ifsad Almujtama". Dari situ, mulailah pandangan dan pemikiran beliau tentang da'wah selalu mendapat sambutan dan penghargaan masyarakat luas. Pada tg 11/11/1424 H, beliau mendapat kesempatan untuk memberikan ceramah di hadapan wakil raja Amir Abdullah bin Abdul Aziz yang isinya beliau selalu menggaris-bawahi akan usaha menyatukan suara ulama dan menjalin persatuan dan kesatuan da'wah. Di samping tugas beliau sebagai da'i, pengajar, pembibing, dosen, penceramah dan segala bentuk kegiatan yang bermanfaat bagi agama, beliau juga seorang pujangga besar dan penulis unggul. Tidak kurang dari 100 buku yang telah dikarangnya, semuanya beredar di seluruh dunia. Tidak sedikit dari kitab-kitab beliau yang beredar telah diterjemahkan kedalam bahasa Inggris, Prancis, Urdu, Indonesia dll. Mafahim Yujibu an-Tusahhah (Konsep-konsep yang perlu diluruskan) adalah salah satu kitab karya Sayyid Muhammad, red.) bersinar layaknya suatu kemilau mutiara. Inilah seorang manusia yang menantang rekan-rekan senegaranya, kaum Salafi-Wahhabi, dan membuktikan kesalahan doktrin-doktrin mereka dengan menggunakan sumber-sumber dalil mereka. Untuk keberanian intelektualnya ini, Sayyid Muhammad dikucilkan oleh ‘rumah Najd’ dan dituduh sebagai “seorang yang sesat”. Beliau pun dicekal dari kedudukannya sebagai pengajar di Haram (yaitu di Masjidil Haram, Makkah, red.). Kitab-kitab karya beliau dilarang, bahkan kedudukan beliau sebagai professor di Umm ul-Qura pun dicabut. Beliau ditangkap dan passport-nya ditahan. Namun, dalam menghadapi semua hal tersebut, Sayyid Muhammad sama sekali tidak menunjukkan kepahitan dan keluh kesah. Beliau tak pernah menggunakan akal dan intelektualitasnya dalam amarah, melainkan menyalurkannya untuk memperkuat orang lain dengan ilmu (pengetahuan) dan tasawwuf. Saat kaum Salafi-Wahhabi mendiskreditkan beliau, beliau pun menulis lebih banyak buku dan mendirikan Zawiyyah beliau sendiri yang menjadi “United Nations” (Perserikatan Bangsa- Bangsa) dari para ‘Ulama. Akhirnya, protes dari dunia Muslim memaksa kaum Salafi-Wahhabi untuk menghentikan usaha mereka mem-peti es-kan sang ‘alim kontemporer’ yang paling terkenal dalam mazhab Maliki ini. Beberapa di antara mereka bahkan mulai mendukung beliau. Kedengkian mereka sebenarnya didorong oleh fakta bahwa Sayyid Muhammad al-Maliki jauh lebih unggul untuk dijadikan tandingan mereka. Dengan sendirian saja, beliau mengambil Islam Sunni dari klaim tangan-tangan Neo-Khawarij Salafi-Wahhabi dan menempatkannya kembali ke tangan mayoritas ummat ini. Melalui berbagai karya-karyanya yang menonjol, beliau menyuntikkan kepercayaan diri yang amat dibutuhkan dalam perdebatan saat kaum jahil yang mengandalkan ijtihad pribadi mulai meracuni pemikiran umat Islam. Beliau Wafat Jumat 15 Ramadhan, Makkah dan dunia Islam menangis. Setelah azan subuh dikumandangkan dan sholat subuh didirikan di Masjidil Haram- Makkah, tersiarlah berita bahwa Sayyid Mohammad bin Alwi Almaliki, wafat. Beliau meninggal sekitar pukul 6 pagi di salah satu rumah sakit di Makkah, setelah beberapa jam saja berjuang melawan penyakit yang datang secara mendadak. Berita itu membuat cukup kabut keluarga, murid-muridnya, dan masyarakat Makkah yang tengah menunggu kepulihan kembali kesehatan beliau. Tapi sebaliknya berita yang didengar adalah wafatnya beliau. Ini benar-benar yang membuat mereka menjadi kalang kabut. Begitu mendengar berita duka dari mulut ke mulut, ribuan masyarakat pencinta beliau panik. Mereka kalang-kabut dan berbondong-bondong menyerbu rumah kediaman beliau untuk menyaksikan kebenaran wafatnya beliau yang secara mendadak. Karena mereka hampir tidak percaya dengan berita itu. Suasana pun tambah panik lagi pagi itu setelah jasad Almarhum dibawa dari rumah sakit ke rumah beliau. Ribuan orang berduyun-duyun ke rumah beliau ingin menyaksikan jenazah Almarhum secara langsung. Kepanikan warga Makkah itu membuat macet lalu-lintas. Jalan menuju Hay al Rashifah, rumah kediaman beliau, dipadati kendaraan dan manusia. Beberapa jam sebelum kepulangan beliau ke rahmatullah, tidak sedikit masyarakat dan santri datang seperti biasa ke rumahnya di hay Rashifah Makkah untuk mendengarkan wejangan dan ceramah Ramadhan yang biasa di berikan setiap hari usai sholat tarawih. Mereka semua mendunggu ceramah dan nafahat ramadhaniyah khususnya ceramah tentang perang Badar yang dijanjikan beliau akan diutarakannya pada pertengahan bulan yang suci Ramadhan. Akan tetapi Allah telah merencanakan kematian beliau di hari itu yang tidak bisa ditolak oleh siapapun. Pada saat itu Sayyid Mohammad bin Alwi al Maliki mendapatkan serangan jantung secara mendadak dan segera dibawa kerumah sakit. Hanya beberapa jam saja beliau tinggal di rumah sakit dan dengan kesedihan yang dalam diberitakan beliau telah menghembuskan nafasnya yang terakhir. Beliau wafat hari jumat tgl 15 ramadhan 1425 H ( 2004 M) dan dimakamkan di pemakaman Al-Ma'la disamping makam istri Rasulallah Saw. Khadijah binti Khuailid Ra. dengan meninggalkan 6 putra, Ahmad, Abdullah, Alawi, Ali, al- Hasan dan al-Husen dan beberapa putri-putri yang tidak bisa disebut satu persatu disini. Dan yang menyaksikan pemakaman beliau hampir seluruh umat muslimin yang berada di Makkah pada saat itu termasuk para pejabat, ulama, para santri yang datang dari seluruh pelosok negeri, baik dari luar Makkah atau dari luar negeri. Semuanya menyaksikan hari terakhir beliau sebelum disemayamkan, setelah disholatkan di Masjidil Haram ba'da sholat isya yang dihadiri oleh tidak kurang dari sejuta manusia. Begitu pula selama tiga hari tiga malam rumahnya terbuka bagi ribuan orang yang ingin mengucapkan belasungkawa dan melakukan `aza'. Dan di hari terakhir `Aza, wakil Raja Saudi, Amir Abdullah bin Abdul Aziz dan Amir Sultan datang ke rumah beliau untuk memberikan sambutan belasungkawa dan mengucapkan selamat tinggal kepada pemimpin agama yang tidak bisa dilupakan umat. Ketika jenazah Sayyid Muhammad Al Maliki hendak dishalatkan di Masjidil Haram, ribuan warga kota Mekkah bergantian menggusung jenazahnya. Dikabarkan toko-toko di sekitar Masjidil Haram yang dilewati jenazah mematikan lampu sebagai tanda dukacita. Kebesaran keluarga Al Maliki, bukan hanya di Indonesia, tapi juga di negara-negara Afrika, Mesir, dan Asia Tenggara. Jadi tidak heran dengan meninggalnya Sayyid Muhammad Al Maliki umat Islam telah kehilangan satu ulama yang telah mengoreskan tinta sejarah perjuangan menegakkan kalimat tauhid di muka bumi ini yang menjadi tauladan buat kita semua. Selamat tinggal ayah yang berhati baik. Selamat tinggal sosok tubuh yang pernah menanamkan hikmah, ilmu, teladan dihati hati kami. Selamat tinggal pemimpin umat yang tak bisa kami lupakan dalam pendiriannya dan keikhlasannya. Selamat tinggal pahlawan yang jujur, ikhlas dalam amal dan perbuatanya. Selamat jalan… selamat jalan,.. kebaikan dan kemulyaan kamu telah meliputimu semasa hidupmu dan disaat wafatmu. Kamu telah hidupi hari hari mu didunia dengan mulia, dan sekarang kamu telah terima imbalannya disaat wafatmu pula dengan mulia. Jika sekarang kita telah berpisah untuk sementara, maka kami pasti akan menyusulmu Insya Allah dan kita pasti akan bertemu dan berkumpul kembali. Murid Beliau di Indonesia Sayid Muhammad Al Maliki mendirikan tidak kurang 30 buah pesantren dan sekolah di Asia Tenggara. Karangannya mencapai puluhan kitab mengenai usuluddin, syariah, fikih dan sejarah Nabi Muhammad. Ia mendapat gelar profesor dari Universitas Al-Azhar pada tanggal 6 Mei 2000. Ratusan murid yang menampa pendidikan di pesantrennya, biaya makan dan pemondokan ditanggungnya, alias gratis. Menurut Habib Abdurahman A Basurrah, wakil sekjen Rabithah Alawiyah yang lama mukim di Arab Saudi, di Indonesia di antara murid-murid Al-Maliki banyak yang menjadi ulama terkenal dan pendiri dari berbagai pesantren. Murid-muridnya itu antara lain Habib Abdulkadir Alhadad, pengurus Al-Hawi di Condet, Jakarta Timur; Habib Hud Baqir Alatas pimpinan majelis taklim As-Shalafiah; Habib Saleh bin Muhammad Alhabsji; Habib Naqib Bin Syechbubakar yang memimpin majelis taklim di Bekasi; Novel Abdullah Alkaff yang membuka pesantren di Parangkuda, Sukabumi. Di antara ulama Betawi lainnya yang pernah menimba ilmu di Makkah adalah KH Abdurahman Nawi, yang kini memiliki tiga buah madrasah/pesantren masing-masing di Tebet, Jakarta Timur, dan dua di Depok. Masih belasan pesantren dan madrasah di Indonesia yang pendirinya adalah alumni dari Al-Maliki. Seperti KH Ihya Ulumuddin yang memiliki pesantren di Batu, Malang. Demikian pula Pesantren Riyadul Solihin di Ketapang (Probolinggo), dan Pondok Pesantren Genggong, juga di Probolinggo. Karya-karya Beliau: Aqidah Mafahim Yajib ‘an Tusahhah (read online) Manhaj al-Salaf fi Fahm al-Nusus Al-Tahzir min al-Takfir Huwa Allah Qul Hazihi Sabeeli Sharh ‘Aqidat al-‘Awam Tafsir Zubdat al-Itqan fi ‘Ulum al-Qur’an Wa Huwa bi al-Ufuq al-‘A’la Al-Qawa‘id al-Asasiyyah fi ‘Ulum al-Quran Hawl Khasa’is al-Quran Hadits Al-Manhal al-Latif fi Usul al-Hadith al-Sharif Al-Qawa‘id al-Asasiyyah fi ‘Ilm Mustalah al-Hadith Fadl al-Muwatta wa Inayat al-Ummah al-Islamiyyah bihi Anwar al-Masalik fi al-Muqaranah bayn Riwayat al-Muwatta lil-Imam Malik Sirah Muhammad(Sall Allahu ‘Alayhi Wa Sallam) al-Insan al-Kamil Tarikh al-Hawadith wa al-Ahwal al-Nabawiyyah ‘Urf al-T ‘arif bi al-Mawlid al-Sharif Al-Anwar al-Bahiyyah fi Isra wa M’iraj Khayr al-Bariyyah Al-Zakha’ir al-Muhammadiyyah Zikriyat wa Munasabat Al-Bushra fi Manaqib al-Sayyidah Khadijah al-Kubra Ushul Al-Qawa‘id al-Asasiyyah fi Usul al-Fiqh Sharh Manzumat al-Waraqat fi Usul al-Fiqh Mafhum al-Tatawwur wa al-Tajdid fi al-Shari‘ah al-Islamiyyah Fiqh Al-Risalah al-Islamiyyah Kamaluha wa Khuluduha wa ‘Alamiyyatuha Labbayk Allahumma Labbayk Al-Ziyarah al-Nabawiyyah bayn al-Shar‘iyyah wa al-Bid‘iyyah Shifa’ al-Fu’ad bi Ziyarat Khayr al-‘Ibad Hawl al-Ihtifal bi Zikra al-Mawlid al-Nabawi al-Sharif Al-Madh al-Nabawi bayn al-Ghuluww wa al-Ijhaf Tasawwuf Shawariq al-Anwar min Ad‘iyat al-Sadah al-Akhyar Abwab al-Faraj Al-Mukhtar min Kalam al-Akhyar Al-Husun al-Mani‘ah Mukhtasar Shawariq al-Anwar Lain-lain Fi Rihab al-Bayt al-Haram (Sejarah Kota Mekah) Al-Mustashriqun Bayn al-Insaf wa al-‘Asabiyyah (Study of Orientalism) Nazrat al-Islam ila al-Riyadah (Sports in Islam) Al-Qudwah al-Hasanah fi Manhaj al-Da‘wah ila Allah (Methods of Dawah) Ma La ‘Aynun Ra’at (Description of Paradise) Nizam al-Usrah fi al-Islam (Islam and Family) Al-Muslimun Bayn al-Waqi‘ wa al-Tajribah (Contemporary Muslim world) Kashf al-Ghumma (Virtues of helping fellow Muslims) Al-Dawah al-Islahiyyah (Call for Reform) Fi Sabil al-Huda wa al-Rashad (Collection of speeches) Sharaf al-Ummah al-Islamiyyah (Superiority of the Muslim Ummah) Usul al-Tarbiyah al-Nabawiyyah (Prophetic methods of education) Nur al-Nibras fi Asanid al-Jadd al-Sayyid Abbas (Set of Grandfather’s Ijazahs) Al-‘Uqud al-Lu’luiyyah fi al-Asanid al-Alawiyyah (Set of father’s Ijazahs) Al-Tali‘ al-Sa‘id al-Muntakhab min al-Musalsalat wa al-Asanid (Set of Ijazahs) Al-‘Iqd al-Farid al-Mukhtasar min al-Athbah wa al-Asanid (Set of Ijazahs) Diatas merupakan daftar karya beliau yang telah dipublikasikan. Masih banyak lagi karya-karya beliau yang belum dicetak/dipublikasikan. Diantaranya telah diterjemahkan ke berbagai bahasa asing.

Source: Diolah dari berbagai sumber.
________________________________________
Learn more at: Sabrial (id) | AsSyifawalmahmudiyah (id) | Wikipedia (en) | AlMihrab (id) | Al7ewar (ar) | AlFanshuri (id) | Video dokumentasi Beliau di Youtube: Kitabklasik Chanel

Jumat, 27 November 2015

CERAMAH HABIB UMAR BIN HAFIZH DI MASJID ISTIQLAL JAKARTA

Sedikit petikan mutiara ceramah Habib 'Umar bin Hafidz dalam acara Tabligh Akbar di masjid istiqlal. (Sumber: Al Habib Abdul Qadir Ba'abud).

• Segala puji bagu allah swt yg telah membimbing kita ke majelis ini dg taufiqnya , sesungguhnya kita hadir di malam hari ini karena panggilan dari allah melalui nabinya muhammad saw . Maka beruntunglah mereka yg selalu mengikuti jalannya nabi muhammad saw , karena tidak ada jalan yg terbaik kecuali mengikuti jalannya . Semua yg kita miliki adalah anugerah dari allah swt , dan nabi muhammad saw adalah anugerah terbesar yg allah berikan kpd kita . Seorang nabi yg mulia, nabi yg agung dan nabi yg diberi mukjizat oleh allah swt , spt mengalir dan memancarnya air dari jemari nabi saw .

• janganlah kalian tertipu dg harta benda dan kekuatan yg dimiliki oleh orang kafir , karena yg memiliki kekuasaan yg sebenarnya adalah milik allah swt .

• katakan kepada semua orang kafir yg memiliki perusahaan air, apakah mereka bisa memancarkan air dari jemarinya . Bagaimana mereka bisa menyombongkan dirinya dg kekuatan yg mereka miliki , sedangkan mengeluarkan air dari jemarinya saja tidak mampu. Padahal kejadian ini sering terjadi dalam kehidupan nabi saw , seperti dalam peperangan ketika kekurangan air , kemudian nabi minta diambilkan mangkok utk dituangkan air melalui jemari nabi saw , keluarlah air dari jemari nabi dan bisa mencukupi 1500 orang utk minum, wudlu' dll nya , sampai sahabat anas bin malik ketika ditanya menyatakan kalau mereka jumlahnya 100 ribupun akan tercukupi.

• Maksud dr cerita ini adalah kita berada dihadapan kekuatan swt , maka janganlah kalian bangga dg pemikiran kalian, kekuatan dan perusahaan yg kalian miliki sedangkan kalian saja tidak bisa mengeluarkan air melalui jemari spt nabi saw . Dan sepatutnya kita bersyukur menjadi pengikut nabi saw. • Kita hadir malam hari ini karena nabi saw, kita berkumpul malam ini juga karena nabi saw , kejadian keluarnya air dari tangan nabi saw memang sudah berlalu, dan insya allah kita nanti akan mengalami di telaga kautsar nabi saw . Dan orang yg paling rugi adalah yg tdk bisa menikmati air dari telaga nabi saw . mereka yg tidak menikmati adalah orang yg rugi, orang yg hina walaupun mereka memiliki perusahaan dan sekalipun raja . Orang yg tdk bisa menikmati air tersebut adalah orang yg tidak memiliki harga .alhamdulillah kita menjadi pengikut nabi saw, apa yg dimiliki nabi saw adalah mulia .

• semoga allah tetapkan langkah kita sampai menuju telaganya rosululloh saw, orang yg benci kepada nabi, keluarga nabi dan sahabatnya , dilarang bagi mereka untuk menikmati air telaga tersebut . Bahkan orang yg tidak memperhatikan urusan kaum muslimin juga tidak merasakannya .

• Bagaimana kira2 keadaan orang2 yg memcaci maki sahabat nabi saw ?? Bagaimana kira2 keadaan orang yg mencaci maki ahlul bait nabi saw ?? Bagaimana keadaan mereka yg mencaci maki wali nya allah swt !!

• ketahuilah...datangnya musibah dari allah swt karena riba dilakukan secara terang2an dan mengagnggu wali allah swt . Berapa banyak muktamar yg mereka adakan ?? Berapa banyak simposium yg mereka lakukan ?? Ini semua tidak bisa menyelesaikan masalah ummat.

• Ribuan orang seperti kita disaat ini banyak yg mengejar sesuatu yg hina, sedangkan kalian alhamdulillah berkumpul dalam majlis yg baik . Dari mana kalian dapatkan ini ? Melainkan dari allah swt .

• Diantara anugerah allah kepada kalian, sebelum kalian berdiri dari majlis ini dosa kalian akan diampuni oleh allah swt . Dan juga diantara kesempurnaan anugerah allah swt atas kalian, allah menjaga keluarga kalian dari fitnah2 sampai mati .

• Wahai yg memberi anugerah....berikan anugerahmu kepada kami yg hadir saat ini , persatukan kami bangsa indonesia , dan semua dipenjuru dunia . Jadikanlah kami orang yg bisa memakmurkan bumi ini .

• Dihadapan siapa kalian sekarang ? Siapa yg kalian inginkan saat ini ? Berharap kepada siapa ? Mau minta ampun kepada siapa ? ( habib umar mengajak kita agar tau harga majelis taklim dan kita merasa manjadi tamu allah )

• wahai hadirin...satu dosa tersisa yg tdk diampuni oleh allah akan mendatangkan musibah yg besar di akherat nanti , dan bisa menjadikan wajahnya menghitam di akherat kelak .

• orang yg bahagia dimalam ini adalah mereka yg mendapatkan ridlonya .

• berbicara masalah ridlo kita teringat sg sahabat yg bernama dzulbijadain, seorang sahabat yg selalu bersama nabi saw , seorang yg berasal dr kampung kafir , para kaumnya melarang dia utk pergi ke madinah utk menemui nabi saw, suatu saat dia pergi sembunyi-sembunyi di malam hari , dan ternyata ketahuan dan ditangkap oleh kaumnya, kemudian dia berkata : apa yg kalian harapkan dari aku ?? Kalau kau ingin sesuatu , maka ambillah semua hartaku dan biarkan aku pergi menemui nabi saw . Kaumnya berkata :apakah engkau tinggalkan semua harta ini utk kami ??? Iya ambillah semua , diambillah semua hartanya dan disisakan kedua pakaian yg lusuh saja , karna memang tabiat orang kafir itu adalah cinta harta dunia . Karena sebab inilah dia dijuluki dzul bijadain. Akhirnya dia pergi ke madinah menemui nabi saw karena cintanya kepada nabi saw . Suatu saat dia ikut perang khaibar bersama nabi saw , namun ditengah perjalanan dia diwafatkan oleh allah swt , digalilah kubur untuknya , sayyidina abu bakar dan umar termasuk yg ikut menggali dan nabi yg turun kedalamnya . Alangkah beruntung nya dzulbijadain sampai nabi saw ikut masuk ke dalam kuburnya .

يالله بالتوفيق حتى نفيق ونلحق الفريق
Mudah mudahan kita mendapat taufiq sehingga kita bisa di golongkan dengan orang-orang sholeh...

Selasa, 24 November 2015

MEMAHAMI PERNIKAHAN-PERNIKAHAN RASULULLAH SAW

Nabi Muhammad SAW adalah contoh kepemimpinan teladan dalam rumah tangga. Beliau menikah pertama kali pada usia 25 tahun dengan seorang perempuan mulia bernama Khadijah binti Khuwalid yang saat itu merupakan seorang janda empat anak dari perkawinan sebelumnya dan telah berusia 40 tahun. Ini adalah pernikahan yang ditunjuk Allah karena Khadijah merupakan wanita mulia dan yang pertama memeluk Islam. Dari Rasulullah SAW, Khadijah mendapat 6 orang anak lagi. Rasulullah menjalani monogami—tidak menikah lagi—selama 25 tahun bersama Khadijah. Tidak ada satu pun petunjuk bahwa selama bersama Khadijah, Rasulullah pernah menyatakan niat untuk melakukan poligami atau tergoda dengan perempuan lain. Kesetiaan terhadap Khadijah dijalaninya selama 25 tahun masa pernikahan hingga Khadijah wafat. Jika Rasulullah mau poligami di masa itu, di saat masih muda dan prima, tentu Rasulullah akan mudah untuk melakukannya. Terlebih sejumlah pemimpin suku Quraisy pernah merayu Beliau dengan tawaran perempuan-perempuan paling cantik seantero Arab sekali pun agar Rasulullah mau menghentikan dakwahnya. Tawaran yang di saat sekarang ini sangat menggiurkan, sebuah tawaran yang banyak sekali membuat pejabat, Raja, Presiden, dan bangsawan jatuh dari kursi kekuasaannya, tidak membuat Rasulullah bergeming. Rasulullah tetap setia pada Khadijah dan Dakwah Islam. Ketika Khadijah wafat di kala Rasulullah berusia 50 tahun, beberapa waktu dilalui Rasulullah dengan menduda. Barulah di saat usia beliau menginjak 51 atau dilain kisah ada yang menulis 52 tahun, maka Rasulullah mengakhiri masa dudanya dengan menikahi Aisyah yang baru berusia 9 tahun (ada catatan lain yang mengatakan Aisyah ketika dinikahi Rasulullah berusia 19 tahun). Namun pernikahan dengan Aisyah ini baru disempurnakan ketika Beliau hijrah ke Madinah. Setelah dengan Aisyah, Rasulullah yang telah berusia 56 tahun menikah lagi dengan Saudah binti Zam’ah, seorang janda berusia 70 tahun dengan 12 orang anak. Setelah dari Saudah, Rasulullah kembali menikah dengan Zainab binti Jahsyi, janda berusia 45 tahun, lalu dengan Ummu Salamah (janda berusia 62 tahun). Di saat berusia 57 tahun, Rasulullah kembali menikahi Ummu Habibah (janda 47 tahun), dan Juwairiyah binti Al-Harits (janda berusia 65 tahun dengan telah punya 17 anak). Setahuh kemudian Rasulullah kembali menikahi Shafiyah binti Hayyi Akhtab (janda berusia 53 tahun dengan 10 orang anak), Maimunah binti Al-Harits (anda berusia 63 tahun), dan Zainab binti Harits (Janda 50 tahun yang banyak memelihara anak-anak yatim dan orang-orang lemah). Setahun kemudian, Rasulullah menikah lagi dengan Mariyah binti Al-Kibtiyah (gadis 25 tahun yang dimerdekakan), lalu Hafshah binti Umar bin Khattab (janda 35 tahun, Rasulullah berusia 61 tahun), dan ketika berusia 61 tahun itulah Rasulullah baru menyempurnakan pernikahannya dengan Aisyah, saat mereka telah hijrah ke Madinah. Dalam setiap pernikahan poligami yang dilakukan Rasulullah SAW terdapat keistimewaan-keistimewaan dan situasi khusus sehingga Allah mengizinkan Beliau untuk itu. Dari segala catatan yang ada, tidak pernah ada satu catatan pun yang menyatakan bahwa pernikahan poligami yang dilakukan Rasulullah disebabkan Rasulullah ingin menjaga kesuciannya dari perzinahan atau dari segala hal yang berkaitan dengan hawa nafsu. Maha Suci Allah dan Rasul-Nya. Alasan yang banyak dikemukakan para poligamor sekarang ini dalam melakukan kehidupan poligami adalah untuk menjaga kesucian mereka dari perzinahan. Ini tentu tidak salah. Hanya saja, dengan memiliki isteri lebih dari satu, hal itu bukanlah jaminan bahwa seorang lelaki terbebas dari godaan terhadap perempuan lain. Rasulullah SAW tidak pernah menjadikan alasan ini untuk poligaminya. Tujuan poligami Rasulullah SAW memiliki landasan yang lebih agung dan mulia. Bukan sekadar alasan yang dicari-cari agar bisa nikah lagi. Sepeninggal Khadijah r. A., Rasulullah SAW sangat bersedih hati. Namun kesedihan ini tidak dipendam lama-lama karena dakwah Islam yang masih berusia sangat muda memerlukan penanganan yang teramat serius. Sebab itu, Rasulullah SAW memerlukan pendamping hidup sepeninggal Khadijah r. A. Maka beliau pun, atas izin Allah SWT, menikah kembali. Untuk memahami bagaimana pernikahan Nabi SAW dengan istri-istrinya, berikut diuraikan satu persatu, sebagaimana dikutip Dr. M. Syafii Antonio, M. Ec dalam buku “The Super Leader Super Manager: Learn How to Succeed in Business & Life From The Best Example”. Inilah petikannya:

1. Khadijah binti Khuwailid

Kondisi: Pengusaha, keturunan bangsawan quraisy, memiliki 4 anak dari pernikahan sebelumnya dan memiliki 6 anak dari pernikahan dengan Nabi SAW
Status: 2 kali janda
Usia ketika menikah dengan Nabi: 40 tahun
Usia Nabi: 25 tahun
Alasan dinikahi oleh Nabi: Petunjuk Allah, karena dia adalah wanita pertama yang memeluk Islam dan mendukung dakwah Nabi

2. Saudah binti Zum’ah

Kondisi: Wanita kulit hitam dari Sudan, janda dari sahabat Nabi As-Sukran bin Amral Al-Anshari yang wafat menjadi perisai nabi di medan perang. Memiliki 12 anak dari pernikahan dengan suami pertama
Status: Janda
Usia ketika menikah dengan Nabi: 70 tahun
Usia Nabi: 52 tahun
Alasan dinikahi oleh Nabi: Menjaga keimanan Saudah dari gangguan kaum Musyrikin

3. Zainab Binti Jahsy

Kondisi: Mantan istri Zaid bin Haritsah
Status: Janda
Usia ketika menikah dengan Nabi: 45 tahun
Usia Nabi: 56 tahun
Alasan dinikahi oleh Nabi: Perintah Allah bahwa pernikahan harus sekufu

4. Ummu Salamah binti Abu Umayyah

Kondisi: Putri bibi Nabi, seorang janda yang pandai mengajar dan berpidato
Status: Janda
Usia ketika menikah dengan Nabi: 62 tahun
Usia Nabi: 56 tahun
Alasan dinikahi oleh Nabi: Perintah Allah agar membantu Nabi berdakwah dan mengajar kaum wanita.

5. Ummu Habibah Ramlah binti Abi Sufyan

Kondisi: Mantan istri Ubaidillah bin Jahsy, cerai karena suaminya pindah agama menjadi Nasrani
Status: Janda
Usia ketika menikah dengan Nabi: 47 tahun
Usia Nabi: 57 tahun
Alasan dinikahi oleh Nabi: Untuk menjaga keimanan Ummu Habibah Ramlah agar tidak murtad

6. Juwairiyyah binti Al Harits al-Khuzaiyyah

Kondisi: Budah dan tawanan perang yang dibebaskan oleh Rasulullah. Tidak memiliki sanak keluarga dan memiliki 17 anak dari pernikahan pertama
Status: Janda
Usia ketika menikah dengan Nabi: 65 tahun
Usia Nabi: 57 tahun
Alasan dinikahi oleh Nabi: Petunjuk Allah, memerdekakan perbudakan dan pembebasan dari tawanan dan menjaga ketauhidan.

7. Shafiyah binti Hayyi Akhtab

Kondisi: Seorang wanita muslimah dari kabilah Yahudi Bani Nadhir, mantan istri Salam bin Misykam dan Kinanah bin Abil Huqoiq, memiliki anak 10 orang dari pernikahan sebelumnya
Status: 2 kali janda
Usia ketika menikah dengan Nabi: 53 tahun
Usia Nabi: 58 tahun
Alasan dinikahi oleh Nabi: Rasulullah menjaga keimanan Shafiyyah dari boikot orang Yahudi.

8. Maimunah binti Al-Harits

Kondisi: Mantan istri Abu Ruham bin Abdul Uzza
Status: Janda
Usia ketika menikah dengan Nabi: 63 tahun
Usia Nabi: 58 tahun
Alasan dinikahi oleh Nabi: Istri Rasulullah dari suku Yahudi bani Kinanah. Menikah dengan Rasulullah adalah untuk menjaga dan mengembangkan dakwah di kalangan bani Nadhir

9. Zainab binti Khuzaimah bin Harits

Kondisi: Seorang janda yang banyak memelihara anak-anak yatim dan orang-orang lemah di rumahnya. Sehingga mendapat gelar ibu dari fakir miskin
Status: Janda
Usia ketika menikah dengan Nabi: 50 tahun
Usia Nabi: 58 tahun
Alasan dinikahi oleh Nabi: Petunjuk Allah dan Rasulullah memilihnya untuk bersama-sama menyantuni anak-anak yatim dan orang-orang lemah

10. Mariyah Al-Qibtiyyah

Kondisi: Seorang budak yang dihadiahkan oleh raja Muqauqis dari Iskandaria Mesir
Status: Gadis
Usia ketika menikah dengan Nabi: 25 tahun
Usia Nabi: 59 tahun
Alasan dinikahi oleh Nabi: Menikahi untuk kemerdekaan dari perbudakan dan menjaga keimanan Mariyyah

11. Hafsah binti Umar bin Khattab

Kondisi: Putri Umar bin Khattab, seorang janda dari Khunais bin Huzafah Sahmi yang meninggal dalam perang Uhud
Status: Janda
Usia ketika menikah dengan Nabi: 35 tahun
Usia Nabi: 61 tahun
Alasan dinikahi oleh Nabi: Petunjuk Allah, hikmah pernikahannya adalah Hafsah adalah salah seorang wanita pertama yang hafal Al-Qur’an 30 Juz, dinikahi oleh Rasulullah agar bisa menjaga keotentikan Al-Qur’an.

12. Aisyah binti Abu Bakar

Kondisi: Seorang gadis yang cantik dan cerdas, putri Abu Bakar Ash-Shiddiq
Status: Gadis
Usia ketika menikah dengan Nabi: 9 tahun, menurut satu kajian 19 tahun
Usia Nabi: 52 tahun
Alasan dinikahi oleh Nabi: Petunjuk Allah. Rasulullah mengajarkan tentang kewanitaan agar disampaikan kepada para umatnya kelak. Aisyah banyak menghafal hadits dari Rasulullah SAW. (Ahmad Yasin)

Sabtu, 21 November 2015

LINK DOWNLOAD KITAB PESANTREN

128 Kitab Karya Ulama Nusantara

Oleh: Ust. Nanal Ainal Fauz

بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله , والصلاة والسلام على رسول الله , وعلى آله وصحبه ومن والاه. أما بعد : فهذا ما تيسر لي في جمع الروابط لتحميل الكتب التي ألفها علماؤنا الإندونيسيون. وأسأل الله أن ينفع به مسلمي أندونيسيا خاصة ومسلمي العالم عامة, وعسى أن يجعله في ميزان حسناتي وحسنات والدي ومن له فضل علي في هذا العمل المبارك.

1. حاشية الترمسي المسمى موهبة ذي الفضل على شرح العلامة ابن حجر مقدمة بافضل المؤلف : الإمام العلامة الفقيه المدقق الشيخ محمد محفوظ بن عبد الله الترمسي الجاوي http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_88.html

2. ترجمة العلامة الفقيه الأصولي محمد أحمد سهل بن محفوظ بن عبد السلام بن عبد الله الحاجيني الجاوي الإندونيسي http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_44.html

3. نـور الظلام شــرح مـنظومة عقيدة العــوام المؤلف : العلامة المفسر الشيخ محمد نووي بن عمر بن عربي الجاوي البنتني http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_80.html

4. فيـض الحـجــا على نيل الرجا منظومة سفينة النجا المؤلف : العلامة الفقيه الأصولي أحمد سهل بن أبى هاشم محمد محفوظ سلام الحاجينى http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_16.html

5. كفاية الاتقياء و منهج الاصفياء بهامشه : سلالم الفضلاء لخاتمه النبلاء,علي منظومه هدايه الاذكياء الي طريق الاولياء مؤلف السلالم : العلامة المفسر محمد نووي الجاوي البنتني http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_91.html

6. كشف التباريح في بيان صلاة التراويح المؤلف : العلامة الشيخ أبو الفضل بن عبد الشكور السنوري الطوباني رحمه الله تعالى آمين http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_94.html

7. البيان الملمع عن ألفاظ اللمع للشيخ أبى إسحاق الشيرازي تأليف : العلامة الفقيه الأصولي أحمد سهل بن أبى هاشم محمد محفوظ سلام الحاجينى http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_97.html

8. التبيان في النهي عن مقاطعة الأرحام والأقارب والإخوان المؤلف : العلامة مؤسس جمعية نهضة العلماء حضرة الشيخ العارف بالله محمد هاشم أشعرى الجومباني رضي الله عنه http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_6.html

9. حاشية تشويق الخلان على شرح الآجرومية لأحمد زيني دحلان المؤلف : العلامة الشيخ الحاج محمد معصوم بن الشيخ سالم السماراني السفاطوني الجاوي http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_71.html

10. الكتاب: طريقة الحصول على غاية الوصول المؤلف : الشيخ الكياهي محمد أحمد سهل بن محفوظ سلام الحاجينى http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_64.html

11. نصائح العباد شرح على المنبهات على الاستعداد ليوم المعاد المؤلف : العلامة محمد بن عمر نووي الجاوي http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_14.html

12. مراقي العبودية شرح على بداية الهداية المؤلف : العلامة محمد بن عمر نووي الجاوي http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_19.html

13. قطر الغيث في شرح مسائل أبي الليث المؤلف : العلامة محمد بن عمر نووي الجاوي http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_12.html

14. شرح عقود اللجين في بيان حقوق الزوجين المؤلف : الإمام العلامة محمد بن عمر نووي الجاوي http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_68.html

15. فتح الإزار في كشف الأسرار لأوقات الحرث وخلقة الأبكار المؤلف : فوزي الأندونيسي الشافعي http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_4.html

16. سراج الطالبين شرح منهاج العابدين للغزالي المؤلف : العلامة الشيخ محمد إحسان بن دحلان الجمفسي الكديري الجاوي http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_18.html

17. منهج ذوي النظر في شرح منظومة الأثر للحافظ جلال الدين السيوطي المؤلف : الإمام العلامة الفقيه المقرئ محمد محفوظ بن عبد الله بن عبد المنان الترمسي الجاوي الأندونيسي http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_13.html

18. كفاية المستفيد لما علا من الأسانيد المؤلف : الإمام العلامة الفقيه المقرئ محمد محفوظ بن عبد الله بن عبد المنان الترمسي الجاوي الأندونيسي http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_46.html

19. مراح لبيد لكشف معانى القرآن المجيد المؤلف : الشيخ نووي بن عمر بن عربي الجاوي البنتني http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_79.html

20. كاشفة السجا في شرح سفينة النجا المؤلف : الشيخ محمد نووي بن عمر بن عربي الجاوي البنتني http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_11.html

21. سلم المناجاة شرح سفينة الصلاة المؤلف: العلامة الإمام محمد نووي بن عمر البنتني التناري الجاوي الشافعي http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_941.html

22. نهاية الزين في إرشاد المبتدئين شرح على قرة العين بمبهمات الدين المؤلف: العلامة الفقيه محمد بن عمر النووي الجاوي أبو المعطي http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_209.html

23. بهجه الوسائل بشرح المسائل المؤلف: العلامة محمد بن عمر نووي الجاوي http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_431.html

24. مرقاة صعود التصديق في شرح سلم التوفيق المؤلف : العلامة الفقيه المفسر محمد نووي الجاوي البنتني http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_545.html

25. الفصوص الياقوتية على الروضة البهية في الابواب التصريفية المؤلف : العلامة الإمام محمد نووي بن عمر الجاوي بهامشه : الرياض الفولية المؤلف : العلامة المذكور http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_909.html

26. توشيح على ابن قاسم (قوت الحبيب الغريب توشيح على فتح القريب المجيب شرح غاية التقريب) للعلامة محمد نووي الجاوي http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_636.html

27. مدارج الصعود إلى اكتساء البرود للعلامة محمد نووي البنتني الجاوي http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_512.html

28. ترغيب المشتاقين لبيان منظومة السيد البرزنجي زين العابدين المؤلف : العلامة محمد نووي الجاوي http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_999.html

29. الابريز الداني في مولد سيدنا محمد السيد العدناني (وهو مختصر من مولد العلامة القسطلاني المسمى بالعظيم الشان الفصيح البيان ) المؤلف : العلامة محمد نووي بن عمر بن عربي البنتني الجاوي http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_832.html

30. النهجة الجيدة لحل نقاوة العقيدة وهذا شرح على منظومة في التوحيد الناظم والشارح : العالم العلامة محمد نووي الجاوي البنتني http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_634.html

31. فتح غافر الخطبة في شرح الكواكب الجلية نظم الأجرومية للنبراوي المؤلف : العلامة الفقيه المفسر محمد نووي الجاوي نسخة مخطوطة http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_838.html نسخة محققة http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_833.html

32. العجالة في الأحاديث المسلسلة العلامة مسند العصر محمد ياسين بن عيسى الفاداني http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_825.html

33. الفيض الرحماني بإجازة العثماني العلامة مسند العصر محمد ياسين بن عيسى الفاداني http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_265.html

34. المسلك الجلي في أسانيد محمد علي العلامة مسند العصر محمد ياسين بن عيسى الفاداني http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_273.html

35. ورقات في مجموعة المسلسلات والأوائل والاسانيد العالية العلامة مسند العصر محمد ياسين بن عيسى الفاداني http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_756.html

36. ثبت الكزبري ويليه إتحاف الطالب السري بأسانيد الوجيه الكزبري العلامة مسند العصر محمد ياسين بن عيسى الفاداني http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_225.html

37. اتحاف الإخوان باختصار مطمح الوجدان في اسانيد الشيخ عمر حمدان العلامة مسند العصر محمد ياسين بن عيسى الفاداني http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_749.html

38. الأربعون البلدانية : أربعون حديثا عن أربعين شيخا من أربعين بلدا العلامة مسند العصر محمد ياسين بن عيسى الفاداني http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_991.html

39. أسانيد الفقيه أحمد بن محمد بن حجر الهيتمي العلامة مسند العصر محمد ياسين بن عيسى الفاداني http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_468.html

40. الأسانيد المكية لكتب الحديث والسير والشمائل المحمدية العلامة مسند العصر محمد ياسين بن عيسى الفاداني http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_932.html

41. الوافي بذيل تذكار المصافي بإجازة الفخر عبد الله بن عبد الكريم الجرافي والصفي أحمد بن أحمد الجرافي العلامة مسند العصر محمد ياسين بن عيسى الفاداني http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_331.html

42. فيض المبدي بإجازة الشيخ محمد عوض منقش الزبيدي العلامة مسند العصر محمد ياسين بن عيسى الفاداني http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_997.html

43. فيض الخبير وخلاصة التقرير على نهج التيسير شرح منظومة التفسير وفيه منظومة الزمزمي رحمه الله تعالى ويليها شرح السيد محسن بن علي المساوي الفلمباني رحمه الله تعالى ثم حاشية فيض الخبير للسيد علوي المالكي رحمه الله تعالى ثم تعليقات الفاداني رحمه الله تعالى http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_762.html

44. سد الأرب من علوم الإسناد والأدب. وبذيله : نهاية المطلب تعليقات علي سد الأرب أو إتحاف السمير بأوهام ما في ثبت الأمير مؤلف نهاية المطلب : مسند الدنيا ياسين الفاداني http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_700.html

45. حسن الوفا لإخوان الصفا - ثبت فالح الظاهري تعليق وتصحيح المسند الفاداني http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_271.html

46. بلغة المشتاق في علم الاشتقاق العلامة مسند العصر محمد ياسين بن عيسى الفاداني http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_547.html

47. الفوائد الجنبّة: حاشية المواهب السنية شرح الفرائد البهية في نظم القواعد الفقهية ( في الأشباه والنظائر على مذهب الشافعي ) العلامة مسند العصر محمد ياسين بن عيسى الفاداني http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_882.html

48. أسماء الكتب الفقهية لسادتنا الأئمة الشافعية للشيخ محمد نور الدين مربو بنجر المكي http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_822.html

49. حسن الصياغة شرح كتاب دروس البلاغة العلامة مسند العصر محمد ياسين بن عيسى الفاداني http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_707.html

50. بلوغ الأماني في التعريف بشيوخ وأسانيد مسند العصر الشيخ محمد ياسين بن محمد عيسى الفاداني المكي جمع وترتيب محمد مختار الدين بن زين العابدين الفلمباني http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_905.html

51. كنوز المقاليد في مجموعة الأسانيد المؤلف : الشيخ العلامة محمد نجيح ميمون حفظه الله http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_620.html

52. رسالة أهل السنة والجماعة في حديث الموتى وأشراط الساعة وبيان مفهوم أهل السنة والجماعة تأليف : العلامة حضرة الشيخ محمد هاشم أشعرى الرئيس الأكبر لجمعية نهضة العلماء http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_621.html

53. الفروق الشاسعة بين حقائق السنة واباطيل الشيعة http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_355.html

54. النصوص العلمية في عدم صحة إمامة المرأة للرجال في الصلاة المؤلف: الشيخ محمد نجيح ميمون الساراني http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_880.html

55. رسالة التوحيد (باللغة الجاوية) للشيخ الحاج مدثر بن كوستام الدماكي http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_110.html

56. تقريب المقصد في العمل بالربع المجيب للشيخ محمد مختار عطارد البوغوري الجاوي http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_333.html

57. حاشية تقريب المقصد في العمل بالربع المجيب للشيخ أبي البحر مفتاح بن مأمون بن عبد الله المرتي الشنجوري الجاوي http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_989.html

58. فتح العلي الجليل في نظم أسماء النبي الإكليل الناظم : ننال عين الفوز بن مدثر الدماكي الجاوي http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_444.html

59. النَّفحة الحسنيَّة شرح التُّحفة السَّنيَّة (في علم الفرائض) للعلامة السيد محسن المُسَاوى الفالمباني رحمه الله http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_514.html

60. بغية الأذكياء في البحث عن كرامات الأولياء للإمام محمد محفوظ الترمسي http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_957.html

61. السلاح في بيان النكاح للشيخ محمد خليل البنكلاني http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_958.html

62. فتح الرؤوف المنان (في علم الفلك) للشيخ أبي حمدان عبد الجليل بن عبد الحميد قدس http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_729.html

63. سلم النيرين في معرفة الاجتماع والكسوفين للشيخ محمد منصور بن عبد الحميد البتاوي http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_725.html

64. انتفاخ الودجين عند مناظرة علماء حاجين في الرؤية بزجاج العينين للإمام العلامة محمد أحمد سهل بن محفوظ الحاجيني http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_154.html

65. الأربعون حديثاً من أربعين كتاباً عن أربعين شيخاً المؤلف: مسند العصرالعلامة محمد ياسين بن عيسى الفاداني المكي أبو الفيض http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_239.html

66. إجازة الشيخ بدر الدين الحسني للفاداني http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_181.html

67. المتن الشريف الملقب بفتح اللطيف (في الفقه) للشيخ العلامة محمد خليل البنكلاني http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_947.html

68. أصل القدر في خصائص فضائل أهل بدر الناظم: الشيخ العلامة محمد دمياطي بن محمد أمين البنتني http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_112.html

69. نظم عقيدة التوحيد للشيخ محمد حسن الغنغاني الكركساني http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_157.html

70. ثمرات الفكر في حساب أوقات الصلاة والأهلة وخسوف القمر للشيخ أحمد غزالي محمد فتح الله http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_548.html

71. رسالة بديعة المثال في حساب السنين والهلال للشيخ العلامة محمد معصوم بن علي المسكوممباني الجاوي http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_494.html

72. شرح ثمرات الوسيلة المسمى بالمواهب الجزيلة في أزهار الخميلة (في علم الفلك) للشيخ العلامة مسند العصر محمد ياسين الفاداني http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_780.html

73. إرشاد الأنام في ترجمة أركان الإسلام (باللغة الاندونيسية) للسيد الحبيب عثمان بن يحيى مفتي بتاوي سابقا http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_600.html

74. فتح المجيد في شرح جوهرة التوحيد المؤلف : العلامة الشيخ حسين بن عمر بن علي بن علوي الفالمباني http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_687.html

75. الأمثلة التصريفية المؤلف : الشيخ العلامة محمد معصوم بن علي كوارون جومباغ http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_940.html

76. الإمام الشافعي في مذهبيه القديم والجديد للشيخ العلامة الدكتور أحمد نحراوي عبد السلام البتاوي الإندونيسي http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_817.html

77. المفاخر السنية في الأسانيد العلية القدسية للشيخ عبد الحميد بن علي بن عبد القادر قدس الخطيب http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_864.html

78. كافية الطلاب في علم النحو والصرف للشيخ العلامة أبي الفضل بن عبد الشكور السنوري الطوباني الجاوي http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_612.html

79. تنوير الحجا نظم سفينة النجا للشيخ العلامة أحمد بن صديق بن عبد الله اللاسمي الفاسورواني http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_913.html

80. إرشاد المهتدي إلى شرح كفاية المبتدي الشارح : الشيخ العلامة عبد الحميد بن علي بن عبد القادر قدس الخطيب الماتن : والد الشارح الشيخ العلامة علي بن عبد القادر قدس http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_654.html

81. لطائف الإشارات شرح تسهيل الطرقات لنظم الورقات في أصول الفقه المؤلف : الشيخ العلامة عبد الحميد بن علي بن عبد القادر قدس الخطيب http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_972.html

82. نفحات القبول والابتهاج في قصه الاسراء والمعراج (مخطوط) المؤلف : الشيخ العلامة عبدالحميد بن محمد علي بن عبدالقادر قدس الخطيب http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_897.html

83. الذخائر القدسية في زيارة خير البرية المؤلف : الشيخ العلامة عبد الحميد بن محمد علي قدس الخطيب http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_871.html

84. ضياء الأنوار في تصفية الأكدار للسلطان قائم الدين محمد عيدروس ابن السلطان بدر الدين البطوني http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_721.html

85. مؤنسة القلوب في الذكر ومشاهدة علام الغيوب للسلطان قائم الدين محمد عيدروس ابن السلطان بدر الدين البطوني http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_751.html

86. حاشية قواعد البيان للشيخ أبي البحر مفتاح الشنجوري الجاوي http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_868.html

87. فيض الأساني على حرز الأماني 1 للشيخ العلامة محمد شعراني أحمدي القدسي الجاوي حفظه الله http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/1.html

88. التجريد المصفى لمرفوعات الموطا إلى المصطفى صلى الله عليه وسلم تأليف : الشيخ العلامة محمد نجيح بن ميمون زبير الساراني الجاوي http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_977.html

89. الاحتجاج الشافية على الروافض الإمامية تأليف : الشيخ العلامة محمد نجيح بن ميمون زبير الساراني الجاوي http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_764.html

90. البحوث العلمية الهامة في حوادث الأمة العامة تأليف : الشيخ العلامة محمد نجيح بن ميمون زبير الساراني الجاوي http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_168.html

91. التدخين بين الكتاب والسنة والطب والخلق والضعف الجنسي والاقتصاد واستراتيجية أعداء الإسلام تأليف : الشيخ العلامة محمد نجيح بن ميمون زبير الساراني الجاوي http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_380.html

92. الدراسة الدينية في مسائل الزكاة العصرية تأليف : الشيخ العلامة محمد نجيح بن ميمون زبير الساراني الجاوي http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_397.html

93. الأدلة القرآنية والحديثية على وجوب نصب القاضي الحاكم بما أنزل الله تأليف : الشيخ العلامة محمد نجيح بن ميمون زبير الساراني الجاوي http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_406.html

94. الرسالة الإسلامية؛ كمالها وخلودها وعالميّتها تأليف : الشيخ العلامة محمد نجيح بن ميمون زبير الساراني الجاوي http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_646.html

95. السياسة تأليف : الشيخ العلامة محمد نجيح بن ميمون زبير الساراني الجاوي http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_766.html

96. الشذرات اللماعة في بعض أصول أهل السنة والجماعة تأليف : الشيخ العلامة محمد نجيح بن ميمون زبير الساراني الجاوي http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_123.html

97. نظم سلسلة الشيوخ لـ مجلس رسول الله صلى الله عليه وسلم من الحبيب منذر المساوى إلى رسول الله الناظم : ننال عين الفوز بن مدثر الدماكي الجاوي غفر الله له ولأبويه http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_324.html

98. الرعاة الغامضة في نقض كلام الرافضة مترجما إلى اللغة الإندونيسية المؤلف : الحبيب العلامة سالم بن أحمد بن جندان http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_256.html

99. كتاب وعلم آدم الأسماء في بيان معنى الآية وفضيلة العلم والعالم والتعلم المؤلف : الشيخ أحمد بن أشموني الجاروني الجاوي http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_828.html

100. عشرون صفة لله (باللغة الإندونيسية) المؤلف : العلامة السيد مفتي بتافيا سابقا عثمان بن عبد الله بن عقيل بن يحيى http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_934.html

101. اعرف عقيدتك (باللغة الإندونيسية) Kenalilah Akidahmu المؤلف : سيدي الحبيب الداعي إلى الله منذر بن فؤاد المساوى http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/kenalilah-akidahmu_29.html

102. إسعاف المطالع بشرح البدر اللامع نظم جمع الجوامع للشيخ العلامة الإمام محمد محفوظ بن عبد الله الترمسي الجاوي http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/10/blog-post_395.html

103. رد الحديث الضعيف بالكلية فتنة كبيرة معاصرة المؤلف : الشيخ أبو سابق سوفرايتنو القدسي الجاوي http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/11/blog-post_48.html

104. Doa Penawar Angin Ahmar oleh : Khazanah Fathaniyah http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/11/doa-penawar-angin-ahmar.html

105. رسالة الشيخ نووي الجاوي في مبادئ العلوم الأربعة ( التوحيد والفقه والنحو والمنطق ) مخطوطة http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/11/blog-post_12.html

106. أصول الحديث للشيخ أبي البحر مفتاح الشنجوري الجاوي http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/11/blog-post_78.html

107. تنوير الصدر بقراءة الامام ابي عمرو للعلامة محمد محفوظ الترمسي الجاوي مخطوط http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/11/blog-post_96.html

108. تعميم المنافع بقراءه الامام نافع المؤلف: العلامة الترمسي، محمد محفوظ بن عبدالله مخطوط http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/11/blog-post_81.html

109. فتح المجيد في بيان التقليد المؤلف: العلامة الفاجيتاني، احمد دحلان بن عبدالله الترمسي http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/11/blog-post_58.html

110. القول الأجمع في كشف المسائل الأربع للشيخ العلامة عبد الله بن ياسين الفاسرواني الجاوي http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/11/blog-post_31.html

111. الحجج البالغة على الشبه الزائغة للشيخ عبد الله بن ياسين الفاسورواني الجاوي http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/11/blog-post_33.html

112. تحفة النبلاء في تفهم حكم تقبيل ضرائح الأولياء للشيخ أبي سابق سوفرايتنو القدسي http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/11/blog-post_86.html

113. التحفة المرضية فتوى في جواز تفسير القرآن بالأعجمية للشيخ عبد الحميد قدس http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/11/blog-post_92.html

114. الجوهرة السنية في علم الصرف للشيخ أبي الفضل بن عبد الشكور السنوري الطوباني الجاوي http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/11/blog-post_826.html

115. السلسل المدخل في علم الصرف المؤلف : الشيخ أبو حامد محمد بن القاضي محمد إلياس الجاوي http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/11/blog-post_20.html

116. نزهة الأفهام فيما يعتري الدخان من الأحكام المؤلف : الشيخ العلامة أحمد دحلان بن عبد الله الترمسي الجاوي http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/11/blog-post_292.html

117. عمدة العوام في شرح فيض الملك العلام (مخطوط) المؤلف : الشيخ محمد نووي الجاوي http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/11/blog-post_697.html

118. كفاية الأصحاب في حل نظم قواعد الإعراب للشيخ العلامة عبد الله زيني بن محمد عزير الجطاوي الدماكي الجاوي http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/11/blog-post_173.html

119. الدر النفيس في عقائد أصل التوحيد للشيخ العلامة محمد إرشاد الدماكي ثم القدسي الجاوي http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/11/blog-post_199.html

120. السقاية المرضية في أسامي الكتب الفقهية لأصحابنا الفقهاء الشافعية للشيخ العلامة محمد محفوظ الترمسي الجاوي http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/11/blog-post_976.html

121. نصوص الأخيار في الصوم والإفطار للشيخ ميمون بن زبير الساراني http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/11/blog-post_728.html

122. أحلى المسامرة في حكاية الأولياء العشرة للشيخ العلامة أبي الفضل بن عبد الشكور السنوري الجاوي http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/11/blog-post_584.html

123. تقريرات بدء الأمالي للشيخ العلامة المعمر ميمون زبير الساراني الجاوي حفظه الله http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/11/blog-post_189.html

124. هداية الطلبة في القواعد الفقهية (مختصر الأشباه والنظائر للسيوطي) تأليف العلامة الكياهي يحيى عارف القدسي الجاوي http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/11/blog-post_972.html

125. تسهيل السالك في ترجمة ألفية ابن مالك تأليف الشيخ محمد أنيق بن محمدون الفاكسي الفاطي http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/11/blog-post_688.html

126. الخزائن السنية من مشاهير الكتب الفقهية لأئمتنا الفقهاء الشافعية المؤلف:الشيخ العلامة عبد القادر بن عبد المطلب المنديلي الأندونسي http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/11/blog-post_940.html

127. كشف الحجاب في مراقبة الوهاب تأليف الشيخ العلامة السلطان قائم الدين محمد عيدروس بن السلطان بدر الدين البوطوني الإندونيسي http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/11/blog-post_232.html

128. تقريرات على الثمرات الحاجينية في الاصطلاحات الفقهية كلاهما للشيخ العلامة محمد أحمد سهل بن محفوظ الحاجيني الجاوي رحمه الله http://maktabahtahmil.blogspot.co.id/2015/11/blog-post_119.html